Air Memberikan Manfaat yang Berbeda di Setiap Bagian Tubuh
16.01 |
Kekurangan cairan tubuh akan membuat orang susah konsentrasi dan cepat merasa lelah. Tak hanya menjaga fungsi otak dan otot, air di dalam tubuh memiliki beragam manfaat di setiap organ sehingga harus dijaga agar jangan sampai dehidrasi.
Dehidrasi atau kekurangan cairan terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dalam jumlah yang banyak. Selain lewat keringat, cairan tubuh juga dikeluarkan dalam bentuk air kencing maupun uap air yang dilepaskan dari permukaan kulit dan saat berbicara.
Fungsi air di beberapa organ tubuh seperti dikutip dari Huffingtonpost, Selasa (23/8/2011) adalah sebagai berikut.
1. Otak
Kadar air yang cukup di dalam tubuh membuat ingatan lebih tajam, suasana hati lebih stabil dan semangat tetap terjaga. Sebaliknya saat kurang minum, suplai oksigen ke otak berkurang dan susunan saraf di otak mengalami penyusutan yang bersifat sementara.
2. Bibir
Banyak minum akan membuat kelembaban bibir dan kerongkongan sehingga tidak, sehingga tidak terasa kering. Tenggorokan kering dan bibir pecah-pecah yang disebabkan oleh kekurangan air kadang bisa juga menyebabkan bau mulut tidak sedap dan bahkan memicu gigi berlubang.
3. Jantung
Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah berkurang sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk bisa memompanya ke seluruh tubuh. Jika tidak diimbangi dengan minum yang banyak, sel-sel otot akan kekurangan oksigen sehingga lebih cepat merasa lelah saat beraktivitas.
4. Pembuluh darah
Saat suhu di dalam tubuh memanas, pembuluh darah akan melebar agar darah yang lewat bisa melepaskan panas ke lingkungan sekitar. Saat tubuh kekurangan cairan, pelebaran pembuluh darah terjadi lebih lambat sehingga tubuh lebih cepat kepanasan.
5. Sendi dan otot
Cairan sangat dibutuhkan oleh otot dan sendi saat tubuh melakukan aktivitas fisik yang berat. Cairan membuat metabolisme energi di otot berlangsung lebih efisien sehingga tidak cepat lelah, serta menjaga kelenturan dan pelumasan sendi sehingga tidak mudah mengalami radang.
6. Kulit
Saat mengalami dehidrasi parah, kulit akan kehilangan elastisitasnya sehingga mudah menjadi keriput. Berbeda dengan kulit kering akibat pengaruh sabun atau bahan kimia lainnya, kulit kering akibat kurang minum akan sulit diatasi jika sudah menyebabkan keriput.
7. Ginjal
Fungsi ginjal adalah menyaring darah dan membuang kotorannya melalui urine, sementara cairan tubuh membantunya dengna melarutkan kotoran-kotoran itu agar lebih mudah disaring. Kondisi kekurangan cairan tubuh dapat mengganggu fungsi ginjal, memicu infeksi sakuran kemih dan batu ginjal.
Read User's Comments(0)
Mitos Tubuh Sehat yang Begitu Dipercaya Pria
15.41 |
Berbagai informasi kesehatan yang mudah ditemukan saat ini membuat orang sulit memisahkan antara fakta dari fiksi. Beberapa mitos tubuh sehat sangat dipercaya pria sehingga terkadang mati-matian melakukannya.
Ketika mulai membuat beberapa perubahan positif dalam diet dan program olahraga, penting untuk diingat bahwa ada mitos kesehatan yang berbeda ada di sekitar Anda.
Kenali mitos-mitos ini dan pastikan itu tidak akan diterapkan dalam gaya hidup Anda. Beberapa mitos ini membantu pria untuk kembali berada di jalur yang benar seperti dilansir dari askmen, Selasa (23/8/2011).
1. Membatasi Asupan Kalori Saja dapat Menurunkan Lemak
Mitos pertama yang harus diperhatikan adalah mitos yang menyatakan bahwa lemak dapat dikurangi dengan melakukan diet pembatasan kalori. Nyatanya, berat badan tidak banyak turun sesuai jumlah kalori yang dikonsumsi.
Jika Anda makan makanan berkualitas rendah karena hanya menghitung kalori dan memilih junk food, kemungkinan besar Anda akan lebih banyak kehilangan otot daripada lemak dan menderita perlambatan metabolisme. Menghitung kalori memang penting, tetapi perhatikan juga bahwa kalori yang Anda makan sebaiknya berasal dari makanan berkualitas tinggi.
2. Bunyikan Sendi Dapat Menyebabkan Radang Sendi
Mitos lain adalah membunyikan sendi akan menyebabkan radang sendi atau arthritis di kemudian hari. Mitos ini benar-benar salah. Tidak ada bukti bahwa hal tersebut akan menyebabkan radang sendi, dan biasanya suara retak hanyalah berasal dari gelembung gas yang keluar atau tendon yang bergeser dengan tulang.
3. Coklat Menyebabkan Jerawat
Cokelat memang dapat menyebabkan penambahan lemak, namun tidak ada hubungan langsung antara cokelat dan jerawat. Penyebab jerawat adalah tingginya kadar gula dalam makanan olahan yang diproses tubuh dan menyebabkan tekanan pada sistem tubuh sehingga memicu jerawat. Namun cokelat bukanlah penyebabnya.
4. Semua Lemak Jenuh Harus Dihindari
Banyak pria benar-benar menghindari lemak jenuh dalam dietnya demi kesehatan. Sekali lagi, ini tidak benar. Selama kadar lemak jenuh tetap rendah, sekitar 15% dari total asupan lemak sehari-hari, lemak jenuh boleh dikonsumsi.
Lemak jenuh dalam dosis kecil bahkan dapat membantu Anda terhindar dari kekurangan testosteron. Mengkonsumsi sejumlah kecil lemak jenuh akan bermanfaat bagi kesehatan.
5. Makin Banyak Makan Protein Makin Berotot
Memang benar bahwa protein diperlukan untuk membangun otot. Tetapi setelah kebutuhan harian terpenuhi, kelebihan protein tidak akan menyebabkan tambahan otot.
Tubuh hanya dapat membangun otot sedemikian banyak setiap hari dan di luar itu, protein tambahan yang dikonsumsi hanya akan diubah menjadi lemak tubuh atau digunakan sebagai energi. Persyaratan protein harian sebenarnya jauh lebih rendah daripada yang banyak orang sangka, yaitu sekitar 1 gram per pon massa tubuh ramping.
6. Kehilangan Masa Otot Tak Terelakkan Akibat Usia
Alasan utama mengapa pria mulai kehilangan otot seiring dengan bertambahnya usia hanya karena faktor kepuasan diri. Jika Anda tetap rutin melakukan latihan membentuk otot, Anda mengirim sinyal ke tubuh untuk menjaga jaringan yang memungkinkan Anda tidak akan kehilangan massa otot. Selain melakukan latihan fisik secara rutin, pastikan Anda makan dengan baik sebagai faktor kunci lain dalam mempertahankan jaringan otot.
7. Selama Anda Aktif, Anda Bisa Makan Apa pun yang Diinginkan dan Tak Usah Khawatir Tentang Penimbunan Lemak
Beberapa laki-laki percaya bahwa selama mereka tetap aktif, mereka bisa makan apa pun sesuai keinginan hati dan tak akan menjadi gemuk. Sayangnya, hal ini tidak terjadi. Memakan kembali semua kalori yang dibakar dalam sesi latihan yang intensif dalam hitungan menit tidaklah sulit. Mengontrol pola makan adalah suatu keharusan.
Mereka yang berusaha mengganti pola makan yang buruk dengan menambah sesi latihan fisik hanya berakhir dengan overtrained, terbakar dan menderita karena tingginya kadar kortisol. Kortisol yang tinggi berkaitan dengan peningkatan lemak perut. Maka, mencoba membuat impas buruknya pola makan dengan olahraga bukanlah langkah yang cerdas.
8. Kekurangan Tidur Bisa Dipenuhi Selama Akhir Pekan
Dengan kehidupan sehari-hari yang makin sibuk, banyak pria percaya bahwa mereka dapat melupakan 7 sampai 8 jam waktu tidurnya selama seminggu dan dilunasi pada akhir pekan. Mereka percaya bahwa tidur 10 jam pada hari Sabtu dapat ditabung untuk 5 jam dalam beberapa malam selama seminggu.
Hal itu mungkin membantu, namun tidak akan sepenuhnya menghilangkan kekurangan tidur Anda. Apalagi melakukan hal ini justru akan mengganggu siklus alami tubuh Anda, sehingga bisa lebih berbahaya daripada bermanfaat. Untuk hasil optimal, tidurlah dan bangun pada waktu yang sama setiap hari dengan 7 atau 8 jam tidur.
9. Anda Harus Menghilangkan Semua Garam dari Rencana Diet Anda
Garam adalah sesuatu yang banyak dijauhi orang karena mereka percaya bahwa itu hanya akan merugikan tubuh. Namun kenyataannya, garam benar-benar diperlukan dalam beberapa fungsi penting tubuh, jadi tidak ada alasan untuk membuang seluruhnya.
Jika mengkonsumsi banyak garam secara teratur, pastikan Anda juga banyak mengkonsumsi kalium. Hal ini untuk membantu tubuh menjaga kadar natrium kalium di tingkat normal, sehingga mengurangi efek berbahaya asupan garam yang tinggi.
10. Putih Telur Adalah Pilihan Cerdas Dibanding Telur Utuh
Mitos terakhir yang perlu diingat adalah mitos bahwa hanya bagian putih telur yang boleh dimakan. Banyak orang percaya bahwa kadar kolesterol telur terlalu tinggi untuk dimasukkan dalam diet, tapi ini tidak benar.
Bahkan, kuning telur adalah sumber kekuatan dan nutrisi. Dengan membuangnya justru akan kehilangan sejumlah vitamin penting. Apalagi kuning telur juga mengandung setengah protein. Selama Anda tidak bermasalah dengan kolesterol, sebenarnya baik-baik saja untuk memasukkan satu atau dua butir telur sebagai bagian dari diet harian.
Ketika mulai membuat beberapa perubahan positif dalam diet dan program olahraga, penting untuk diingat bahwa ada mitos kesehatan yang berbeda ada di sekitar Anda.
Kenali mitos-mitos ini dan pastikan itu tidak akan diterapkan dalam gaya hidup Anda. Beberapa mitos ini membantu pria untuk kembali berada di jalur yang benar seperti dilansir dari askmen, Selasa (23/8/2011).
1. Membatasi Asupan Kalori Saja dapat Menurunkan Lemak
Mitos pertama yang harus diperhatikan adalah mitos yang menyatakan bahwa lemak dapat dikurangi dengan melakukan diet pembatasan kalori. Nyatanya, berat badan tidak banyak turun sesuai jumlah kalori yang dikonsumsi.
Jika Anda makan makanan berkualitas rendah karena hanya menghitung kalori dan memilih junk food, kemungkinan besar Anda akan lebih banyak kehilangan otot daripada lemak dan menderita perlambatan metabolisme. Menghitung kalori memang penting, tetapi perhatikan juga bahwa kalori yang Anda makan sebaiknya berasal dari makanan berkualitas tinggi.
2. Bunyikan Sendi Dapat Menyebabkan Radang Sendi
Mitos lain adalah membunyikan sendi akan menyebabkan radang sendi atau arthritis di kemudian hari. Mitos ini benar-benar salah. Tidak ada bukti bahwa hal tersebut akan menyebabkan radang sendi, dan biasanya suara retak hanyalah berasal dari gelembung gas yang keluar atau tendon yang bergeser dengan tulang.
3. Coklat Menyebabkan Jerawat
Cokelat memang dapat menyebabkan penambahan lemak, namun tidak ada hubungan langsung antara cokelat dan jerawat. Penyebab jerawat adalah tingginya kadar gula dalam makanan olahan yang diproses tubuh dan menyebabkan tekanan pada sistem tubuh sehingga memicu jerawat. Namun cokelat bukanlah penyebabnya.
4. Semua Lemak Jenuh Harus Dihindari
Banyak pria benar-benar menghindari lemak jenuh dalam dietnya demi kesehatan. Sekali lagi, ini tidak benar. Selama kadar lemak jenuh tetap rendah, sekitar 15% dari total asupan lemak sehari-hari, lemak jenuh boleh dikonsumsi.
Lemak jenuh dalam dosis kecil bahkan dapat membantu Anda terhindar dari kekurangan testosteron. Mengkonsumsi sejumlah kecil lemak jenuh akan bermanfaat bagi kesehatan.
5. Makin Banyak Makan Protein Makin Berotot
Memang benar bahwa protein diperlukan untuk membangun otot. Tetapi setelah kebutuhan harian terpenuhi, kelebihan protein tidak akan menyebabkan tambahan otot.
Tubuh hanya dapat membangun otot sedemikian banyak setiap hari dan di luar itu, protein tambahan yang dikonsumsi hanya akan diubah menjadi lemak tubuh atau digunakan sebagai energi. Persyaratan protein harian sebenarnya jauh lebih rendah daripada yang banyak orang sangka, yaitu sekitar 1 gram per pon massa tubuh ramping.
6. Kehilangan Masa Otot Tak Terelakkan Akibat Usia
Alasan utama mengapa pria mulai kehilangan otot seiring dengan bertambahnya usia hanya karena faktor kepuasan diri. Jika Anda tetap rutin melakukan latihan membentuk otot, Anda mengirim sinyal ke tubuh untuk menjaga jaringan yang memungkinkan Anda tidak akan kehilangan massa otot. Selain melakukan latihan fisik secara rutin, pastikan Anda makan dengan baik sebagai faktor kunci lain dalam mempertahankan jaringan otot.
7. Selama Anda Aktif, Anda Bisa Makan Apa pun yang Diinginkan dan Tak Usah Khawatir Tentang Penimbunan Lemak
Beberapa laki-laki percaya bahwa selama mereka tetap aktif, mereka bisa makan apa pun sesuai keinginan hati dan tak akan menjadi gemuk. Sayangnya, hal ini tidak terjadi. Memakan kembali semua kalori yang dibakar dalam sesi latihan yang intensif dalam hitungan menit tidaklah sulit. Mengontrol pola makan adalah suatu keharusan.
Mereka yang berusaha mengganti pola makan yang buruk dengan menambah sesi latihan fisik hanya berakhir dengan overtrained, terbakar dan menderita karena tingginya kadar kortisol. Kortisol yang tinggi berkaitan dengan peningkatan lemak perut. Maka, mencoba membuat impas buruknya pola makan dengan olahraga bukanlah langkah yang cerdas.
8. Kekurangan Tidur Bisa Dipenuhi Selama Akhir Pekan
Dengan kehidupan sehari-hari yang makin sibuk, banyak pria percaya bahwa mereka dapat melupakan 7 sampai 8 jam waktu tidurnya selama seminggu dan dilunasi pada akhir pekan. Mereka percaya bahwa tidur 10 jam pada hari Sabtu dapat ditabung untuk 5 jam dalam beberapa malam selama seminggu.
Hal itu mungkin membantu, namun tidak akan sepenuhnya menghilangkan kekurangan tidur Anda. Apalagi melakukan hal ini justru akan mengganggu siklus alami tubuh Anda, sehingga bisa lebih berbahaya daripada bermanfaat. Untuk hasil optimal, tidurlah dan bangun pada waktu yang sama setiap hari dengan 7 atau 8 jam tidur.
9. Anda Harus Menghilangkan Semua Garam dari Rencana Diet Anda
Garam adalah sesuatu yang banyak dijauhi orang karena mereka percaya bahwa itu hanya akan merugikan tubuh. Namun kenyataannya, garam benar-benar diperlukan dalam beberapa fungsi penting tubuh, jadi tidak ada alasan untuk membuang seluruhnya.
Jika mengkonsumsi banyak garam secara teratur, pastikan Anda juga banyak mengkonsumsi kalium. Hal ini untuk membantu tubuh menjaga kadar natrium kalium di tingkat normal, sehingga mengurangi efek berbahaya asupan garam yang tinggi.
10. Putih Telur Adalah Pilihan Cerdas Dibanding Telur Utuh
Mitos terakhir yang perlu diingat adalah mitos bahwa hanya bagian putih telur yang boleh dimakan. Banyak orang percaya bahwa kadar kolesterol telur terlalu tinggi untuk dimasukkan dalam diet, tapi ini tidak benar.
Bahkan, kuning telur adalah sumber kekuatan dan nutrisi. Dengan membuangnya justru akan kehilangan sejumlah vitamin penting. Apalagi kuning telur juga mengandung setengah protein. Selama Anda tidak bermasalah dengan kolesterol, sebenarnya baik-baik saja untuk memasukkan satu atau dua butir telur sebagai bagian dari diet harian.
Langganan:
Postingan (Atom)







